Memanfaatkan Energi Ide Untuk Inovasi

Dalam Sajian Utama Majalah SWA 23/XXIII/25 Oktober – 7 November 2007, terdapat sebuah artikel berjudul Creative Economy dan Jurus 3T Richard Florida. Artikel ini memiliki nilai luar biasa karena menggambarkan kondisi sebuah kota kecil (town) di Amerika yang bernama Below Falls, yang pada awalnya stagnan dan “mati suri” karena ditinggal generasi mudanya berurbanisasi ke kota, mendadak menjadi pusat industri kreatif setelah  adanya investasi dari seorang entrepreneur bernama Robert McBride yang mendirikan Rockingham Arts and Museum Project (RAMP). RAMP terus mendatangkan dan menggulirkan berbagai pertunjukan hiburan yang membuat kota kecil ini mulai bergairah, hingga puncaknya adalah masuknya dua perusahaan teknologi yaitu Chroma Technology dan SoVerNet.

Kemudian artikel dalam majalah SWA ini juga secara detil memaparkan berbagai fenomena yang terjadi di Silicon Valley, mulai dari bagaimana sejarah Silicon Valley terbentuk, hingga peranan pemodal ventura yang begitu besar bagi inovasi-inovasi di sana. Bagi Anda yang mengenal Internet sejak tahun 1996, tentu Anda mengenal Hotmail, layanan webmail gratis pertama. Hotmail lahir dari sebuah presentasi ide bisnis dari seorang programer bernama Sabeer Bathia dengan pemodal ventura bernama Steve Jurvetson. Ide awal yang ditawarkan Bathia adalah sebuah aplikasi database. Tetapi ide ini ditolak oleh Jurvetson. Sesaat sebelum Bathia meninggalkan ruangan, Jurvetson menanyakan apakah ada ide lain, dan Bathia menceritakan mengenai konsep email gratis yang didukung iklan dari Web. Dua minggu kemudian, Bathia mendapatkan transfer $300 ribu untuk memulai proyek ini, maka kita mengenal Hotmail.com, yang akhirnya menginspirasi Yahoo Mail dan Gmail yang saat ini kita pakai. Belum lagi nama-nama besar seperti Bill Gates (Microsoft), Sergei Brin dan Larry Page (Google), Jerry Yang (Yahoo!), semua lahir dan tumbuh pesat dengan katalisator Silicon Valley. 

Artikel ini semakin mengingatkan kita bahwa aset paling penting dalam bisnis adalah manusia atau yang biasa kita sebut intellectual capital. Bahkan ada ungkapan lama dalam bisnis, “menjual bisnis adalah menjual ide”. Manusia-manusia dengan intellectual capital yang brilian akan melahirkan ide-ide pencetus inovasi. Inovasi harus terus menerus didorong. Namun demikian, jarang sekali sebuah perusahaan memberikan lingkungan yang mendukung untuk inovasi ini. Untuk melahirkan inovasi, seorang marketer perlu memiliki waktu dan ruang yang cukup. Juga anggaran yang cukup sebagai biaya belajar. Internet sebagai media kolaborasi dan media pencari inspirasi menjadi alat yang tidak dapat dipisahkan lagi dari kehidupan inovator seperti kita. Dalam buku terbarunya Hidden In Plainsight, Erich Joachimstahler mengungkapkan betapa banyaknya hal-hal yang bisa dieksekusi sebagai inovasi lepas dari mata kita karena kita terlalu melihat ke hal-hal yang jauh. Padahal inovasi dapat dilakukan dengan hanya mempertanyakan satu atau dua elemen saja dari produk, pasar, materi promosi, ataupun elemen marketing lain yang kita lakukan. Dicontohkan oleh Joachimstahler, bahwa Sony tidak pernah melihat peluang yang dilihat oleh Apple dengan iPOD, karena Sony tidak memperhatikan perubahan attitude penikmat musik yang ingin menikmatinya secara digital. Sehingga Sony terlambat dan pangsa pasar digital media player terlanjur dikuasai oleh iPOD.
Jangan biarkan ide-ide Anda mati, walaupun mungkin perusahaan Anda saat ini menafikan ide-ide tersebut. Terus pelihara dan poles ide Anda dan juallah kepada para investor yang mau ikut menanggung risikonya. Memang melaksanakan ide ini tidak mudah apalagi jika personal security Anda menjadi taruhan. Namun dunia ini milik orang-orang yang berani. Jika Anda memiliki ide untuk melakukan inovasi terhadap sebuah produk atau layanan dalam perusahaan Anda, baik dari sisi promo ataupun elemen marketing lainnya, segera tuangkan ide tersebut dan presentasikan ke atasan Anda. Besar kemungkinan atasan Anda akan menolaknya. Anda harus siap dengan kenyataan ini. Maka segera cari jalan lain untuk mewujudkannya. Ponsel Anda memiliki ratusan nama, yang mungkin setiap nama memiliki teman yang dapat diajak kerja sama untuk mewujudkan ide Anda tersebut. Jangan terlalu khawatir dengan detil, karena itu bisa menyusul kemudian. Jika Anda menyiapkan business plan itu tentu lebih baik, tetapi business plan sendiri memakan waktu yang tidak sedikit untuk dibuat. Oleh karena itu, segeralah bergerak. Manfaatkan energi ide Anda.

Dunia ini menjadi sangat luas dan dinamis jika kita bekerja sesuai dengan ide kita. Terobosan-terobosan dalam marketing sendiri, sering dimulai dengan ide-ide yang dicap ‘gila’ pada jamannya. Di Indonesia sendiri, produk seperti Teh Botol Sosro, dulunya dianggap gila, karena pada tahun 1980-an, mayoritas konsumen Indonesia lebih suka minum teh buatan dapur sendiri daripada minum Teh Botol. Tetapi dengan sales effort dan marketing effort yang konsisten, Anda melihat sendiri betapa besarnya brand Teh Botol Sosro saat ini. Demikian pula halnya dengan Aqua. Oleh karena itu, pelihara terus ide Anda. Anda bisa siapkan segala sesuatunya, atau tak perlu siapkan secara terlalu detil, dan segera bertindak. Bertindak adalah kata kuncinya. Apapun tindakan Anda itu. Ide Anda bisa merubah kehidupan orang di sekitar Anda menjadi lebih mudah, dan Anda juga mendapatkan imbalan selain imbalan finansial, yaitu aktualisasi diri yang tidak ternilai. Ciptakanlah ‘Silicon Valley’ Anda sendiri. Dengan email dan blog yang gratis dan begitu mudah untuk dipakai saat ini, Anda bisa berkolaborasi dengan otak-otak terhebat di bidang bisnis yang Anda tekuni, untuk menjadi yang setingkat lebih tinggi lagi dalam inovasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: